Salat Taubatlah

Oleh: HENDRA SUGIANTORO
Dimuat di Pustaka SKH KEDAULATAN RAKYAT, Minggu, 31 Maret 2013 
 
Judul Buku: Akibat-Akibat Fatal Meremehkan Shalat Taubat Penulis: Rizem Aizid Penerbit: DIVA Press, Yogyakarta Cetakan: I, Februari 2013 Tebal: 210 halaman
Kita memahami bahwa tak ada manusia yang luput dari salah dan dosa. Kita tak pernah tahu seberapa banyak dosa yang telah kita lakukan di dunia ini. Untuk menghapus dosa itu, manusia diberi tuntunan agar senantiasa memperbaharui tobat. Yang menjadi pertanyaan, apakah bertobat harus disertai dengan shalat Taubat? Seperti kita tahu, shalat Taubat adalah salah satu dari shalat sunnah.

Pertanyaan itu barangkali berputar-putar di benak kita. Lewat buku ini, kita bisa mencari jawaban. Paling tidak, kita menyadari bahwa shalat Taubat itu penting. Kalau kita meminta ampun, ada istighfar yang biasa diucapkan. Benarkah itu cukup? Allah Swt memang Maha Pengampun, namun kita tak tahu apakah dosa kita benar-benar diampuni. Shalat Taubat hendaknya menjadi pilihan utama ketika kita merasa melakukan dosa. Berdoa dan memohon ampunan setelah perbuatan taat seperti shalat lebih mungkin dikabulkan. Shalat Taubat sangat dianjurkan agar kita mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Shalat Taubat memang hukumnya sunnah. Yang wajib adalah bertaubat. Namun, untuk kesempurnaan bertaubat itu, shalat Taubat selayaknya dilakukan (halaman 18-20).

Dengan mengemukan berbagai argumentasi, penulis buku mengajak kita agar tidak meremehkan salat Taubat. Salat Taubat bisa dilakukan kapan pun saat kita benar-benar merasa telah berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar. Tata cara dan doa dalam salat Taubat tak lupa dijelaskan dalam buku ini. Menurut penulis buku, meremehkan salat Taubat bisa berakibat mengkhawatirkan, seperti dosa tak terampuni, mati dalam kondisi su’ul khatimah karena berbuat dosa, mendapatkan adzab kubur, dan semakin diperbudah hawa nafsu. Tentu, kita perlu berusaha melakukan tobat yang sebenar-benarnya.

Buku ini berusaha menyadarkan kita untuk tidak melalaikan salat Taubat. Melakukan langkah kebaikan terkadang sulit, maka buku-buku agama perlu dibaca agar rohani kita tersirami kesejukan.(Hendra Sugiantoro).

0 komentar: